Pengertian Majas, Macam, dan Contohnya
Apakah kalian pernah menggunakan majas atau justru belum tahu apa itu majas? Dalam Bahasa Indonesia dikenal istilah majas yang sering dipakai dalam karya fiksi maupun non fiksi. Nah, ini dia penjelasan tentang pengertian majas, macam-macam majas, serta contohnya yang dikutip dari berbagai sumber terpercaya.
![]() |
| Ilustrasi penulisan majas (PIXABAY) |
Pengertian Majas
Majas adalah bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan efek tertentu. Ada banyak macam majas dengan kegunaan dan ciri khasnya masing-masing. Majas digunakan untuk memperoleh aspek keindahan dan membangkitkan daya tarik khususnya pada karya sastra seperti novel, puisi, dan lain-lain.
Macam-macam Majas dan Contohnya
Dalam buku berjudul Bahasa Indonesia 3: Untuk SMK/MAK Semua Program Kejuruan Kelas XII, majas berdasarkan isi dan jenisnya dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis yakni, majas penegasan, perbandingan, pertentangan, sindiran, dan pertautan.
1. Majas penegasan
Majar penegasan adalah majas yang digunakan untuk menegaskan kepada pembaca atau lawan bicara akan suatu hal. Berikut bentuk majas penegasan beserta contoh kalimatnya.
- Pleonasme: menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata. Contoh: Semua mahasiswa yang ada di atas segera turun ke bawah.
- Repetisi: perulangan kata-kata sebagai penegasan. Contoh: Dia, dia, dia terus yang ada di pikiranku.
- Paralelisme: majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi. Contoh: cinta adalah pengertian, cinta adalah kesetiaan, cinta adalah rela berkorban
2. Majas perbandingan
Majas perbandingan adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan membandingkannya dengan sesuatu yang lainnya.
- Asosiasi/perumpamaan: membandingkan dua hal yang sebenarnya sangat berbeda, tetapi sengaja dianggap sama.Contoh: Wajahnya pucat bagaikan bulan kesiangan.
- Metafora: membandingkan secara langsung. Contoh: Sampah masyarakat itu akhirnya ditangkap polisi.
- Personifikasi: mengibaratkan benda mati seakan-akan hidup. Contoh: Ombak di pantai bergulung-gulung.
3. Majas pertentangan
Majas pertentangan adalah majas sebagai ungkapan untuk menyatakan suatu hal yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya.
- Hiperbola: melukiskan keadaan secara berlebihan. Contoh: Hatiku hancur berkeping-keping.
- Litotes: menggunakan kata-kata untuk merendahkan diri. Contoh: Silakan mampir ke gubuk saya.
- Paradoks: mengungkapkan pernyataan tentang dua hal yang seolah bertentangan, tetapi kadang ada benarnya. Contoh: Dia bisa tersenyum, padahal hatinya menangis karena kehilangan kekasihnya.
4. Majas sindiran
Majas sindiran adalah majas yang dipakai penutur bahasa untuk menyindir lawan bicara atau pihak ketiga. Bentuk majas sindiran antara lain:
- Ironi: menggunakan kata yang bertentangan dengan yang dimaksud. Contoh: Rajin sekali Anda, siang bolong begini baru bangun tidur.
- Sarkasme: sindiran paling kasar. Contoh: Dasar gajah bengkak!
5. Majas pertautan
Majas pertautan adalah majas yang mengandung unsur pertalian atau hubungan yang dekat antara makna sebenarnya dengan apa yang secara konkret dikatakan.
- Eufemisme: menggunakan kata yang diperhalus. Contoh: Saya izin mau ke belakang. (Maksudnya hendak buang air kecil)
- Metonimi: menggunakan kata seperti merek, macam atau lainnya yang merupakan satu kesatuan dari sebuah kata. Contoh: Kakak membeli pepsodent di warung.
Demikian penjelasan lengkap mengenai majas. Sebenarnya masih banyak contoh majas dari kelima kelompok majas yang telah dijelaskan di atas. Anda dapat menggali lebih lanjut pada referensi yang terlampir di bawah ini. Semoga artikel ini menambah wawasan dan dapat dipahami.
Daftar Pustaka
- Yustinah & Iskak, A. 2008. Bahasa Indonesia 3: Untuk SMK/MAK Semua Program Kejuruan Kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga.
- Amalia, A. K. & Fadhilasari, I. 2022. Sastra Indonesia untuk Pelajar dan Umum. Bandung: PT Indonesia Emas Group.
- Irman, M., Prastowo, T. W., & Nurdin. (2008). Bahasa Indonesia 3 : Untuk SMK/MAK Semua Program Kejuruan Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Mardiah, R., Rosidah, S., & Primandhika, R. B. (2018). Analisis Majas Pada Novel “Dia Adalah Dilanku tahun 1990” Karya Pidi Baiq. Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra Dan Indonesia, 1(6), 937–944.
- Nurgiyantoro, Burhan. 2018. Stilistika. Yogyakarta: UGM Press.
- Tim Redaksi BIP. 2020. PUEBI dan Pembentukan Istilah. Jakarta: Penerbit Bhuana Ilmu Populer.
- Supriatin, E. S. 2020. Kajian Makna Puisi Keagamaan (Metode Hermeneutika). Indonesia: GuePedia.
Editor: Siti Nur Aeni

Posting Komentar untuk "Pengertian Majas, Macam, dan Contohnya"